
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merilis data terbaru posisi utang pemerintah Indonesia per 31 Desember 2025. Total utang mencapai Rp 9.637,90 triliun, setara dengan 40,46 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Rincian Komposisi Utang
Utang tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 8.387,23 triliun atau 87,02 persen, dan pinjaman Rp 1.250,67 triliun sisanya. Angka ini naik Rp 229,26 triliun dari posisi September 2025 yang Rp 9.408,64 triliun.
Penjelasan Menteri Keuangan
Purbaya menjelaskan kenaikan rasio utang dipicu perlambatan ekonomi signifikan pada 2025. “Pilihannya ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit tapi ekonomi selamat, lalu kita tata ulang,” ujarnya di The Tribrata Darmawangsa.
Kondisi Masih Aman
Rasio 40,46 persen masih jauh di bawah batas aman 60 persen sesuai UU No. 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara. Pemerintah terus kelola utang secara hati-hati untuk portofolio optimal dan dukung pasar keuangan domestik.
