Tumpukan Sampah Setinggi 6 Meter Menggunung di TPS Pasar Induk Kramat Jati, Warga Khawatir Penyakit Menyebar

Jakarta Timur – Tumpukan sampah setinggi sekitar 6 meter tampak menggunung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga setempat akan risiko penyebaran penyakit dan bau menyengat yang mengganggu aktivitas harian.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (29/3/2026), sampah yang menumpuk terdiri dari sisa makanan, plastik, dan limbah pasar yang membusuk. Luas genangan mencapai puluhan meter persegi, dengan lalat dan tikus terlihat berkeliaran. “Sudah seminggu ini sampah nggak diangkut. Bau amisnya bikin mual, apalagi kalau hujan, pasti banjir sampah,” keluh seorang pedagang sayur, Siti (45), yang berjualan di sekitar pasar.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa penumpukan ini disebabkan keterlambatan truk pengangkut dari TPA Bantargebang akibat kemacetan lalu lintas dan overload operasional. “Kami sedang koordinasi dengan pihak ketiga untuk percepatan pengangkutan. Target selesai malam ini,” ujar Kepala Seksi Kebersihan DLH Jakarta Timur, Budi Santoso, saat dikonfirmasi.

Kasus serupa pernah terjadi di pasar induk lainnya, seperti Pasar Minggu, yang memicu protes warga pada awal 2026. Aktivis lingkungan dari Walhi DKI menyerukan peningkatan armada pengangkutan sampah dan edukasi pemilahan di tingkat pasar tradisional. “Ini bukan masalah baru; sistem pengelolaan sampah DKI masih rapuh,” tegas koordinator Walhi, Rina Setiawati.

Pemprov DKI berkomitmen menambah 20 unit truk pengangkut sampah baru tahun ini, sebagai bagian dari program Jakarta Bebas Sampah 2027. Warga diimbau tetap menjaga kebersihan pribadi dan melaporkan kelelahan TPS melalui aplikasi JAKI.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *