
Washington, 9 Februari 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menanggapi keras kemunculan namanya dalam jutaan halaman dokumen perkara Jeffrey Epstein yang baru dirilis ke publik. Trump menilai penyebutan dirinya sebagai bagian dari upaya terorganisir untuk merusak reputasi dan posisi politiknya menjelang agenda nasionalnya.
Pernyataan tegas itu disampaikan Trump saat berbicara dengan wartawan di Gedung Putih, di tengah sorotan media global terhadap dokumen-dokumen tersebut. “Ini bukan kebetulan. Ini konspirasi kotor dari musuh-musuh saya untuk mengalihkan perhatian dari pencapaian kita,” ujar Trump, merujuk pada penyelidikan lama terhadap Epstein, financier kontroversial yang meninggal di penjara pada 2019 karena diduga bunuh diri.
Dokumen yang dibuka ke publik minggu ini mencakup ribuan halaman catatan pengadilan, kesaksian, dan bukti dari kasus pemerasan seksual Epstein. Nama Trump disebutkan beberapa kali, meskipun tidak ada tuduhan pidana langsung terhadapnya. Hal ini memicu spekulasi politik, terutama dari kalangan oposisi Demokrat yang menyerukan transparansi lebih lanjut.
Dukungan bagi Trump muncul dari pendukungnya, yang menyebut dokumen itu sebagai “serangan lama” yang gagal. Sementara itu, juru bicara Gedung Putih menegaskan bahwa Trump telah lama memutus hubungan dengan Epstein dan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal apa pun. “Presiden fokus pada prioritas rakyat Amerika, bukan sensasi media,” tegas mereka.
Kasus Epstein terus menjadi magnet kontroversi, dengan nama-nama tokoh terkenal seperti Bill Clinton dan Pangeran Andrew juga muncul. Pelepasan dokumen ini diharapkan membawa kejelasan, meski justru memicu perdebatan baru di arena politik AS.
