Trump Serang Iran Lagi: Jembatan B1 Karaj, Tertinggi di Timur Tengah, Jadi Sasaran!

Trump Serang Iran Lagi: Jembatan B1 Karaj, Tertinggi di Timur Tengah, Jadi Sasaran!

Washington, 3 April 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan secara resmi bahwa militer AS telah melancarkan serangan udara baru terhadap Iran. Kali ini, target utama adalah Jembatan B1 di kota Karaj, yang dikenal sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah dengan ketinggian mencapai 320 meter dan panjang 1,2 kilometer.

Pengumuman Trump disampaikan melalui pidato darurat di Gedung Putih sore ini, waktu setempat. “Kami tidak akan membiarkan rezim Iran terus mengancam stabilitas kawasan. Serangan ini menargetkan infrastruktur vital mereka untuk menghentikan pasokan senjata ke kelompok teroris,” tegas Trump, merujuk pada laporan intelijen AS yang menyebut jembatan tersebut digunakan untuk logistik militer Iran.

Jembatan B1, yang dibangun pada 2022 atas proyek infrastruktur nasional Iran, menghubungkan Karaj dengan Tehran dan menjadi arteri utama transportasi di wilayah barat laut. Serangan dilakukan menggunakan drone presisi dan rudal jelajah Tomahawk dari kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk Persia. Video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan ledakan besar di bagian tengah jembatan, menyebabkan runtuhnya sebagian struktur.

Pemerintah Iran langsung merespons dengan keras. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut serangan ini sebagai “agresi barbar” dan mengancam balasan “yang akan dirasakan Washington.” Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga mengonfirmasi bahwa jembatan mengalami kerusakan parah, dengan korban jiwa diperkirakan mencapai puluhan orang, termasuk warga sipil.

Serangan ini merupakan yang kedua kalinya AS menyerang Iran dalam waktu tiga bulan terakhir, setelah operasi sebelumnya menargetkan fasilitas nuklir di Natanz. Ketegangan meningkat sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2026, dengan tuduhan bahwa Iran melanggar kesepakatan nuklir JCPOA. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar sidang darurat malam ini.

Para analis internasional khawatir eskalasi ini bisa memicu perang regional yang lebih luas, terutama dengan keterlibatan sekutu Iran seperti Hizbullah dan Houthi. Harga minyak dunia langsung melonjak 8% setelah berita ini menyebar, mencapai US$95 per barel.

Belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon mengenai detail operasi, tapi sumber militer AS menyatakan misi tersebut “sukses total” tanpa korban dari pihak AS.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *