Trump Picu Kontroversi dengan Gambar AI Diri Sendiri sebagai Yesus Kristus

Trump Picu Kontroversi dengan Gambar AI Diri Sendiri sebagai Yesus Kristus

Washington, 14 April 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengunggah gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya menyerupai sosok Yesus Kristus di akun media sosialnya. Unggahan kontroversial tersebut memicu kecaman keras dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dan politisi lawan, sebelum akhirnya dihapus pada Senin malam (13/4) waktu setempat.

Gambar tersebut, yang diyakini dibuat menggunakan teknologi AI seperti generator gambar populer, menggambarkan Trump dengan pose ikonik Yesus: rambut panjang, jenggot, dan mahkota duri, lengkap dengan latar belakang cahaya suci. Dalam keterangan unggahan awal, Trump menulis, “Membawa kebangkitan besar untuk Amerika!” yang langsung memicu gelombang reaksi negatif.

Reaksi datang cepat dari Partai Demokrat, dengan juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa tindakan itu “menghina keyakinan jutaan orang Kristen dan menunjukkan ketidakpekaan ekstrem dari pemimpin negara.” Pemimpin Gereja Katolik AS, Kardinal Timothy Dolan, menyebutnya sebagai “penistaan yang tidak bisa diterima,” sementara kelompok evangelikal konservatif pun ikut mengkritik, meski beberapa pendukung Trump membelanya sebagai satire politik.

Pengamat media sosial mencatat bahwa unggahan itu dilihat jutaan kali sebelum dihapus hanya dua jam kemudian. Ini bukan pertama kalinya Trump menggunakan AI untuk konten viral; sebelumnya, ia pernah membagikan meme AI yang menampilkan dirinya sebagai pahlawan super. Namun, kasus kali ini dianggap melanggar batas sensitivitas agama di tengah polarisasi politik AS menjelang pemilu midterm.

Rumah Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait penghapusan gambar tersebut, tapi juru bicara Sarah Sanders mengatakan, “Presiden sering bereksperimen dengan tren digital untuk terhubung dengan pemilih muda.” Kritikus menilai insiden ini sebagai contoh kurangnya filter dalam penggunaan AI oleh figur publik, di tengah kekhawatiran global soal deepfake dan misinformasi.

Hingga Selasa pagi (14/4), topik ini masih trending di platform X (sebelumnya Twitter) dengan hashtag #TrumpJesusAI, mencampur candaan, kemarahan, dan perdebatan tentang etika AI.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *