Trump Beri Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Infrastruktur Energi Hancur!

Washington, 22 Maret 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan ultimatum tegas kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional dalam waktu 48 jam. Ancaman ini disampaikan melalui pidato di Gedung Putih sore ini, di tengah ketegangan yang memuncak akibat penutupan selat strategis tersebut oleh Teheran.

“Selat Hormuz adalah urat nadi perdagangan dunia. Iran tidak boleh memblokirnya lagi. Kalau tidak patuh dalam 48 jam, kami akan hancurkan infrastruktur energi mereka, termasuk semua pembangkit listrik,” tegas Trump, seperti dikutip dari saluran berita CNN dan Fox News. Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari Kementerian Luar Negeri Iran, yang menyebutnya sebagai “ancaman barbar” dan siap membalas.

Penutupan Selat Hormuz dimulai pekan lalu setelah serangan drone yang diklaim Iran sebagai balasan atas sanksi AS terbaru terhadap program nuklirnya. Selat vital ini mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, menyebabkan lonjakan harga minyak Brent hingga 15% menjadi US$95 per barel hari ini. Dampaknya sudah terasa: kapal tanker terjebak, rantai pasok global terganggu, dan pasar saham AS anjlok 2%.

Para analis internasional khawatir eskalasi ini bisa memicu perang regional. Sekutu AS seperti Arab Saudi dan Israel mendukung sikap Trump, sementara Rusia dan China menyerukan de-eskalasi melalui PBB. “Ini poker tinggi risiko. Trump main all-in, tapi Iran punya kartu as di rudal balistiknya,” komentar pakar Timur Tengah dari Brookings Institution.

Kapal perang AS USS Abraham Lincoln sudah dikerahkan ke Teluk Persia, siap mendukung operasi jika ultimatum diabaikan. Dunia menanti respons Iran sebelum batas waktu besok malam.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *