Trump Ancang-ancam Rebut Minyak Iran, Targetkan Pulau Kharg sebagai Pusat Ekspor Utama

Washington, 31 Maret 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menggegerkan dunia dengan pernyataan tegasnya untuk “mengambil alih” cadangan minyak Iran. Dalam pidato terbarunya, Trump membuka kemungkinan merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran di Teluk Persia, meskipun sebelumnya ia membingkai potensi serangan sebagai bagian dari perang melawan teroris.

Pernyataan ini disampaikan Trump melalui akun Truth Social-nya, di mana ia menekankan bahwa tindakan terhadap Iran bukanlah agresi semata, melainkan upaya memerangi jaringan terorisme yang diduga didukung Teheran. “Iran harus belajar pelajaran keras. Minyak mereka akan menjadi milik kita jika mereka terus mendukung teroris. Pulau Kharg adalah kunci—kami bisa mengambilnya dalam sekejap,” tulis Trump, seperti dikutip dari postingannya yang viral.

Pulau Kharg, yang terletak sekitar 25 mil lepas pantai Iran, menangani sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran, dengan kapasitas hingga 7 juta barel per hari. Pengambilalihan fasilitas ini berpotensi mengguncang pasar minyak global, di tengah ketegangan Timur Tengah yang memanas pasca-konflik Israel-Hamas dan sanksi AS yang kian ketat terhadap Iran.

Analis keamanan internasional memperingatkan risiko eskalasi. “Ini bukan sekadar retorika Trump. Sebagai presiden yang baru menjabat periode kedua, ia punya mandat kuat dari pemilu 2024 untuk kebijakan ‘America First’ yang agresif,” kata Dr. Rezaul Karim, pakar energi dari Universitas Georgetown, kepada Kumparan. Namun, Rusia dan China, sekutu Iran, telah menyatakan dukungan tegas, dengan Moskow mengancam intervensi militer jika AS bertindak.

Pemerintahan Trump belum merinci timeline aksi, tapi laporan intelijen AS menunjukkan peningkatan aktivitas Angkatan Laut AS di Teluk Persia. Iran sendiri merespons dengan latihan militer skala besar, mengklaim siap “membakar lautan minyak” jika diserang.

Pernyataan ini muncul di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang mencapai US$85 per barel akibat ketidakpastian geopolitik. Investor global kini memantau rapat darurat OPEC+ yang dijadwalkan minggu depan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *