
Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membuka suara terkait penggunaan jasa event organizer (EO) oleh lembaganya. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari kebutuhan strategis BGN sebagai lembaga baru yang sedang membangun sistem dan tata kelola operasional.
Dalam pernyataannya, Dadan menekankan bahwa BGN, yang baru saja berdiri, membutuhkan dukungan profesional untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan secara efektif. “Penggunaan jasa EO ini murni untuk mendukung operasional kami sebagai lembaga baru. Kami sedang membangun fondasi yang kuat, termasuk sistem dan tata kelola yang prima,” ujar Dadan, seperti dikutip dari sumber resmi BGN pada Minggu (12/4/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap pengeluaran anggaran lembaga pemerintah, termasuk penggunaan vendor eksternal seperti EO. Dadan menambahkan bahwa pemilihan EO dilakukan melalui proses yang transparan dan sesuai regulasi, guna memastikan kegiatan promosi gizi nasional berjalan lancar.
BGN sendiri bertanggung jawab atas koordinasi kebijakan gizi di tingkat nasional, termasuk program pencegahan stunting dan peningkatan kualitas SDM Indonesia. Sebagai lembaga di bawah Kementerian Kesehatan, BGN terus berupaya membangun kapabilitas internal sambil memanfaatkan mitra strategis untuk percepatan tugasnya.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak lain terkait isu ini. BGN diharapkan dapat terus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan anggaran untuk menjaga kepercayaan publik.
