
Naas, Lebanon Selatan – Pasukan militer Israel dilaporkan telah merusak 17 kamera pengawas (CCTV) milik pasukan perdamaian PBB, UNIFIL, yang terhubung langsung ke Markas Besar mereka di Lebanon Selatan. Insiden ini terjadi dalam kurun waktu 24 jam terakhir, memicu kecaman dari pihak PBB dan Lebanon.
Menurut pernyataan resmi UNIFIL yang dirilis pada Minggu (5/4/2026), kerusakan tersebut ditemukan setelah patroli rutin di wilayah perbatasan. Kamera-kamera itu merupakan bagian dari sistem pengawasan yang memantau aktivitas di Zona Penahanan Militer (Blue Line) antara Lebanon dan Israel, sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006. “Perusakan ini menghambat kemampuan kami untuk memantau situasi secara efektif dan menimbulkan risiko terhadap mandat kami,” ujar juru bicara UNIFIL, Andrea Tenenti, dalam konferensi pers virtual.
Pihak Israel belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan ini. Namun, sumber militer Israel mengklaim bahwa operasi dilakukan untuk “menghilangkan ancaman potensial” di wilayah yang dianggap rawan serangan dari kelompok Hizbullah. Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel telah meningkat sejak konflik Gaza meletus pada 2023, dengan insiden tembak-menembak sporadis yang sering melibatkan kedua pihak.
Pemerintah Lebanon menyebut tindakan ini sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan” dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk bertindak cepat. Menteri Luar Negeri Lebanon, Abdallah Bou Habib, menyatakan bahwa insiden serupa telah terjadi sebelumnya, termasuk penargetan infrastruktur UNIFIL pada 2024.
UNIFIL, yang terdiri dari lebih dari 10.000 personel dari 50 negara, bertugas menjaga perdamaian di Lebanon Selatan sejak 1978. Kejadian ini menambah daftar insiden yang merusak kepercayaan terhadap komitmen Israel terhadap resolusi PBB, di tengah kekhawatiran eskalasi konflik regional.
