Israel Konfirmasi Foto Tentara Pukul Patung Yesus di Lebanon Asli, Viral di Media Sosial

Israel Konfirmasi Foto Tentara Pukul Patung Yesus di Lebanon Asli, Viral di Media Sosial

Tel Aviv, 20 April 2026 – Militer Israel (IDF) secara resmi mengkonfirmasi keaslian foto seorang tentaranya yang terlihat memukuli patung Yesus Kristus di sebuah gereja di Lebanon. Pengakuan ini disampaikan pada Senin (20/4), setelah gambar tersebut menyebar luas di platform media sosial seperti X (sebelumnya Twitter) dan Instagram, memicu kemarahan netizen global.

Foto kontroversial itu diambil di Gereja Maronite Saint Joseph di desa Qnat, Lebanon selatan, wilayah yang baru saja dikuasai pasukan Israel selama operasi militer melawan Hizbullah. Dalam gambar tersebut, seorang prajurit IDF berpakaian seragam lengkap tampak mengayunkan tinju ke arah patung Yesus yang sedang disalib, sementara rekannya menyaksikan. Citra tersebut pertama kali muncul akhir pekan lalu dan dengan cepat menjadi viral, dengan tagar #IDFJesus trending di berbagai negara.

Juru bicara IDF, Kolonel Olivier Rafowicz, menyatakan dalam konferensi pers singkat bahwa foto itu “memang asli dan diambil oleh seorang prajurit selama patroli rutin.” Ia menekankan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan kebijakan militer Israel dan sedang diselidiki secara internal. “Kami menghormati semua agama dan situs suci. Insiden ini adalah pelanggaran disiplin individu, bukan representasi IDF,” ujar Rafowicz, seperti dikutip dari pernyataan resmi IDF.

Reaksi internasional pun deras. Paus Fransiskus dari Vatikan menyatakan kekecewaan mendalam melalui pernyataan resmi Vatikan, menyebutnya sebagai “tindakan provokatif yang melukai hati umat Kristiani di seluruh dunia.” Di Lebanon, pemimpin Maronite Patriarch Bechara Boutros al-Rahi mengecam keras, menyebutnya “penghujatan terhadap simbol suci” dan menuntut permintaan maaf resmi dari Israel. Sementara itu, di media sosial, ribuan pengguna dari Timur Tengah hingga Eropa membagikan foto tersebut dengan caption menyerukan boikot Israel.

Insiden ini menambah ketegangan di Lebanon selatan, di mana IDF telah melakukan operasi intensif sejak akhir 2025 untuk menekan pengaruh Hizbullah. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pasukan Israel telah menguasai beberapa desa perbatasan, termasuk area dengan situs religius Kristen. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas prajurit yang bersangkutan atau sanksi yang akan diberikan.

Pihak Lebanon menyatakan akan membawa kasus ini ke Dewan Keamanan PBB, sementara IDF berjanji transparansi dalam investigasi. Perkembangan lebih lanjut terus dipantau.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *