Iran Tembak Rudal Jelajah ke USS Abraham Lincoln, AS Konfirmasi Satu Pelaut Terluka

Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah Iran dilaporkan menembakkan rudal jelajah ke kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, pada Rabu (25/3). Serangan ini memicu kecaman keras dari Washington, yang mengonfirmasi satu pelaut terluka ringan akibat insiden tersebut.

Menurut sumber militer Iran yang dikutip oleh media negara seperti Press TV, peluncuran rudal dilakukan sebagai respons terhadap “provokasi” AS di perairan Teluk Persia. “Rudal jelajah canggih kami berhasil mengenai target dengan presisi,” klaim seorang pejabat Iran tanpa memberikan detail lebih lanjut. USS Abraham Lincoln, yang membawa sekitar 5.000 personel dan pesawat tempur F-35, sedang berpatroli di wilayah strategis tersebut saat kejadian.

Pihak AS, melalui pernyataan resmi Pentagon, membantah klaim Iran bahwa rudal mengenai kapal secara langsung. “Sebuah rudal jelajah dicegat oleh sistem pertahanan kami, tetapi serpihan menyebabkan luka ringan pada satu pelaut,” ujar Juru Bicara Departemen Pertahanan AS, Kolonel Laura Hensley, dalam konferensi pers Kamis malam waktu setempat. Pelaut tersebut telah dirawat dan kondisinya stabil, tanpa kerusakan signifikan pada kapal.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik regional, termasuk tuduhan AS bahwa Iran mendukung kelompok militan di Yaman dan Suriah. Presiden AS Donald Trump Jr. – yang menjabat sejak Januari 2025 – menyatakan melalui X (sebelumnya Twitter), “Iran telah melanggar batas. Kami siap membalas jika diperlukan.” Sementara itu, Iran memperingatkan adanya “konsekuensi serius” jika AS merespons secara militer.

Para analis internasional khawatir insiden ini bisa memicu perang terbuka. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar sidang darurat hari ini untuk membahas situasi. Harga minyak dunia melonjak 5% pagi ini, mencerminkan kekhawatiran gangguan pasokan dari Teluk Persia.

Hingga kini, kedua pihak belum mengonfirmasi lokasi tepat serangan atau rencana tindak lanjut. Dunia menanti perkembangan selanjutnya di zona konflik yang rawan ini.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *