Iran Luncurkan Rudal ke Israel Lagi: Ledakan Keras Guncang Yerusalem Pagi Ini

Yerusalem, 24 Maret 2026 – Ketegangan di Timur Tengah memanas kembali setelah Iran meluncurkan serangkaian rudal balistik menuju wilayah Israel pada Selasa pagi ini (24/3). Ledakan keras terdengar di kawasan Yerusalem, memicu sirene peringatan darurat dan evakuasi massal penduduk sipil.

Menurut laporan awal dari otoritas Israel, rudal-rudal tersebut diluncurkan sekitar pukul 06.00 waktu setempat dari wilayah barat Iran, menembus pertahanan udara Israel di langit Lebanon dan Suriah. Sistem pertahanan Iron Dome dan David’s Sling berhasil mencegat sebagian besar proyektil, tetapi beberapa ledakan terdengar jelas di pinggiran Yerusalem, diikuti asap hitam mengepul dari lokasi dampak. Belum ada laporan korban jiwa, meski militer Israel mengonfirmasi kerusakan ringan pada infrastruktur sipil.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, langsung menggelar rapat darurat Dewan Keamanan dan menyatakan, “Ini adalah agresi terbuka dari rezim Iran yang tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Kami siap melindungi rakyat kami.” Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim serangan ini sebagai “pembalasan atas serangan Israel terhadap fasilitas nuklir kami minggu lalu,” melalui pernyataan resmi di media negara.

Militer Israel melaporkan setidaknya 12 rudal terdeteksi, dengan sebagian besar dihancurkan di udara. Video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan kilatan cahaya di langit malam Yerusalem, diikuti dentuman menggelegar yang membangunkan ribuan warga. Penerbangan di Bandara Ben Gurion ditangguhkan sementara, dan jalan-jalan utama ditutup untuk memudahkan pergerakan pasukan.

Komunitas internasional bereaksi cepat. Amerika Serikat, melalui juru bicara Gedung Putih, menjanjikan dukungan penuh bagi Israel dan mendesak Iran menghentikan eskalasi. PBB memanggil sidang darurat Dewan Keamanan sore ini, sementara Uni Eropa menyerukan penurunan ketegangan untuk mencegah perang regional.

Ini bukan serangan pertama Iran ke Israel; serupa terjadi pada April 2024 dan Oktober lalu, yang memicu serangkaian pembalasan. Analis militer memperingatkan potensi spiral kekerasan lebih lanjut, terutama dengan libatnya kelompok proksi Iran seperti Hizbullah di Lebanon.

Pembaruan situasi masih terus dikumpulkan. Militer Israel menjanjikan detail lebih lanjut dalam konferensi pers pukul 14.00 waktu setempat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *