
Jakarta, 16 Maret 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar lelang barang rampasan hasil korupsi, dan kali ini dua unit ponsel jadul menjadi bintang utama. Kedua HP tersebut laku terjual dengan harga fantastis, mencapai lebih dari 800 kali lipat nilai awal lelangnya, menarik perhatian para kolektor barang antik dan pecinta sejarah korupsi.
Lelang ini digelar secara daring melalui platform resmi KPK pada pekan ini, sebagai bagian dari upaya optimalisasi aset negara hasil sitaan kasus korupsi. Dua unit ponsel – satu Nokia 3310 edisi khusus dan satu BlackBerry jadul milik tersangka korupsi terkenal – dilelang dengan harga taksiran awal hanya Rp 1 juta per unit. Namun, Nokia 3310 terjual seharga Rp 420 juta, sementara BlackBerry menyusul dengan Rp 410 juta, total melebihi Rp 800 juta atau sekitar 800 kali lipat harga dasar.
“Kolektor barang langka sangat antusias. HP ini bukan sekadar gadget, tapi saksi bisu kasus besar yang pernah menggegerkan publik,” ujar Juru Bicara KPK, Nurul Ghufron, dalam konferensi pers virtual Senin (16/3). Ia menambahkan, lelang ini telah menghasilkan dana lebih dari Rp 5 miliar dari puluhan barang lainnya, termasuk jam tangan mewah, mobil, dan perhiasan, yang semuanya akan dialokasikan untuk kas negara.
Fenomena ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, lelang KPK pernah mencatat rekor dengan jam tangan Rolex milik koruptor yang terjual 500 kali lipat. Para pemenang lelang kali ini diduga kolektor dari kalangan pengusaha dan penggemar memorabilia digital era 2000-an, yang melihat nilai historis dari perangkat yang pernah digunakan dalam transaksi suap.
KPK menekankan komitmennya untuk transparansi. “Dana lelang ini langsung masuk APBN, membantu pemulihan kerugian negara akibat korupsi,” tambah Ghufron. Masyarakat diimbau ikuti lelang berikutnya melalui situs resmi KPK untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi.
Lelang ini juga memicu diskusi di media sosial, dengan netizen memuji inisiatif KPK sambil bercanda soal “HP paling mahal se-Indonesia”. Hingga kini, KPK belum merinci identitas pemilik asli HP tersebut, tapi dikaitkan dengan kasus korupsi infrastruktur tahun lalu.