Houthi Yaman Luncurkan Serangan Rudal Kedua ke Israel, Dukung Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Sana’a, Yaman – 29 Maret 2026 – Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengonfirmasi telah melancarkan serangan rudal balistik kedua ke wilayah Israel pada Sabtu (28/3), sebagai bentuk solidaritas terhadap Iran di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

Pengumuman ini disampaikan melalui saluran media resmi Houthi, Al-Masirah TV, yang menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan posisi militer di wilayah selatan Israel. “Ini adalah respons terhadap agresi Zionis dan dukungan kami untuk perlawanan Palestina serta sekutu kami di Tehran,” ujar seorang juru bicara Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan video.

Serangan ini merupakan yang kedua dalam waktu singkat, setelah serangan pertama pekan lalu yang diklaim berhasil menembus pertahanan udara Israel. Militer Israel (IDF) mengonfirmasi intersepsi rudal tersebut di atas wilayah Negev, tanpa menyebabkan korban jiwa atau kerusakan signifikan. “Kami siap menghadapi ancaman apa pun dari teroris Houthi yang didukung Iran,” tegas seorang pejabat IDF.

Langkah Houthi ini memperlebar keterlibatan mereka dalam konflik regional, yang telah memanas sejak serangan Hamas pada Oktober 2023. Kelompok Syiah ini, yang menguasai sebagian besar Yaman sejak 2014, telah meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap kapal dagang di Laut Merah serta target Israel, mengklaim sebagai pembalasan atas operasi militer Israel di Gaza.

Iran, yang dituduh menjadi pendukung utama Houthi melalui pasokan senjata, belum memberikan komentar resmi. Namun, analis internasional melihat ini sebagai bagian dari “poros perlawanan” Tehran melawan Israel dan sekutu Baratnya. Amerika Serikat dan Inggris telah merespons dengan serangan udara terhadap posisi Houthi di Yaman, yang memicu gelombang serangan balasan.

PBB menyatakan kekhawatiran atas eskalasi ini, dengan Sekjen Antonio Guterres memperingatkan risiko perang regional yang lebih luas. Hingga kini, belum ada laporan korban dari serangan terbaru, tetapi ketegangan di Laut Merah terus mengganggu rute perdagangan global.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *