Harga Bitcoin Bergerak di Zona Merah, Investor Khawatir Kebijakan Suku Bunga The Fed

Harga Bitcoin Bergerak di Zona Merah, Investor Khawatir Kebijakan Suku Bunga The Fed

Harga Bitcoin (BTC), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, terpantau melemah pada Kamis sore (12/2/2026) pukul 14.53 WIB. Koreksi ini dipicu kekhawatiran investor terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve usai data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari ekspektasi.

Pergerakan Harga Terkini

Mengutip data Coinmarketcap.com, harga Bitcoin sempat turun tipis dalam 24 jam terakhir sebelum berbalik naik 0,14% menjadi USD 67.168 atau sekitar Rp 1,12 miliar (asumsi kurs USD/IDR 16.780). Namun, selama sepekan terakhir, BTC anjlok 4,94% akibat tekanan pasar yang berkelanjutan.

Pagi hari tadi pukul 07.21 WIB, BTC bahkan turun 1,51% ke USD 67.556,86 dengan kapitalisasi pasar USD 1,35 triliun, memperpanjang fase konsolidasi di area USD 67.000. Data lain mencatat penurunan hingga 2,57% ke USD 67.023,50 pada pukul 07.00 WIB, menunjukkan volatilitas tinggi.

Faktor Penyebab Koreksi

Analis menyoroti data tenaga kerja AS yang kuat sebagai pemicu utama, memunculkan kekhawatiran The Fed akan menahan atau menaikkan suku bunga lebih lama. Hal ini mengurangi minat investor pada aset berisiko seperti kripto, menyebabkan tekanan jual pada BTC dan aset besar lainnya seperti Ethereum.

Secara keseluruhan, pasar kripto mayoritas bergerak merah dengan kapitalisasi global menyusut, meski BTC tetap dominan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *