Hacker Iran Klaim Bobol Ponsel Pribadi Mantan Kepala Staf IDF Israel, Curahkan 19.000 File Sensitif

Hacker Iran Klaim Bobol Ponsel Pribadi Mantan Kepala Staf IDF Israel, Curahkan 19.000 File Sensitif

Tel Aviv, 10 April 2026 – Sebuah kelompok peretas yang mengaku berasal dari Iran menyatakan telah berhasil meretas ponsel pribadi mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal (Purn.) Herzi Halevi. Mereka mengklaim memperoleh setidaknya 19.000 file sensitif dari perangkat tersebut.

Kelompok peretas yang disebut “Predatory Sparrow” – yang sebelumnya dikaitkan dengan serangan siber terhadap infrastruktur Iran – mengumumkan keberhasilan mereka melalui saluran Telegram pada Kamis malam waktu setempat. Dalam pernyataan mereka, para peretas menyertakan sampel data yang diduga berasal dari ponsel Halevi, termasuk pesan pribadi, dokumen militer, dan informasi komunikasi sensitif.

Herzi Halevi, yang menjabat sebagai Kepala Staf IDF hingga akhir 2025, adalah salah satu jenderal senior Israel yang terlibat dalam operasi militer melawan kelompok-kelompok bersenjata di Timur Tengah, termasuk konflik dengan Hizbullah dan Hamas. Serangan siber ini diduga merupakan bagian dari eskalasi perang siber antara Iran dan Israel, yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak IDF atau pemerintah Israel terkait klaim tersebut. Seorang juru bicara militer Israel hanya menyatakan bahwa mereka “selalu waspada terhadap ancaman siber” tanpa memberikan detail lebih lanjut. Sementara itu, para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa bocornya data pribadi pejabat tinggi bisa membahayakan operasi intelijen dan keamanan nasional.

Kelompok Predatory Sparrow sebelumnya bertanggung jawab atas serangan terhadap bank-bank Iran dan fasilitas minyak pada 2023-2024. Klaim terbaru ini memicu kekhawatiran akan potensi pembalasan dari Israel, di tengah ketegangan regional yang terus memanas.

Pihak berwenang Israel kini sedang menyelidiki insiden tersebut, sementara komunitas intelijen global memantau perkembangan lebih lanjut.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *