
Gerhana Matahari Cincin atau “Cincin Api” akan memukau langit pada 17 Februari 2026, menampilkan cincin cahaya Matahari mengelilingi Bulan. Fenomena ini terjadi karena Bulan berada di jarak terjauh dari Bumi, sehingga tampak lebih kecil dan tak menutupi Matahari sepenuhnya.
Penyebab “Cincin Api”
Gerhana ini disebut cincin api karena menyisakan pinggiran Matahari bercahaya oranye-kemerahan saat Bulan menutupi sekitar 92-96% cakram Matahari. Puncaknya diprediksi pukul 19.12 WIB, berlangsung singkat sebelum berakhir sekitar 21.27 WIB.
Visibilitas di Indonesia
Sayangnya, gerhana tak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia, baik secara cincin maupun sebagian. Jalur utama hanya melintasi Antartika dan Samudra Selatan yang terpencil.
Lokasi Pengamatan Terbaik
Fenomena cincin sempurna hanya terlihat dari jalur sempit di Antartika selatan. Gerhana sebagian bisa diamati di ujung selatan Amerika Selatan, Afrika selatan, serta samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia bagian selatan.
Warga Indonesia tetap bisa menyimak via siaran langsung atau aplikasi astronomi, sambil menantikan gerhana lain di 2026. Selalu gunakan kacamata khusus untuk pengamatan aman.
