
Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah belum memiliki rencana untuk menarik pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Pernyataan ini disampaikan di tengah duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI yang menjadi korban serangan di Lebanon baru-baru ini.
“Kalaupun pertanyaannya sampai ke keputusan penarikan, itu belum, ya. Tapi bahwa dengan adanya kejadian yang kemarin tentu kami pemerintah harus melakukan koordinasi,” ujar Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/4/2026).
Pemerintah, menurut Prasetyo, terus berkoordinasi intensif dengan pihak terkait untuk menanggapi insiden tersebut. Koordinasi ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri, guna menjaga keamanan personel TNI yang bertugas di bawah mandat PBB di Lebanon.
Insiden tragis itu terjadi ketika konvoi UNIFIL diserang di wilayah selatan Lebanon, menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIX-J. Identitas korban telah dikonfirmasi, dan jenazah mereka sedang dipersiapkan untuk dipulangkan ke Indonesia. Serangan ini diduga terkait ketegangan berkepanjangan di perbatasan Lebanon-Israel.
Indonesia telah lama berkontribusi dalam misi perdamaian PBB di Lebanon sejak 2006, dengan ratusan prajurit TNI yang bertugas menjaga stabilitas kawasan. Hingga kini, belum ada indikasi perubahan komitmen tersebut meski situasi keamanan memburuk.
Pemerintah menjanjikan dukungan penuh bagi keluarga korban dan memastikan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut dilakukan bersama PBB.
