
Moskow, 16 April 2026 – Kremlin mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menolak proposal Rusia untuk mengambil alih kepemilikan uranium yang diperkaya milik Iran. Tawaran ini diusulkan sebagai solusi diplomatik guna meredakan konflik berkepanjangan terkait program nuklir Iran.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan hal tersebut dalam pernyataan yang dilansir Reuters dan Anadolu Agency pada Kamis (16/4/2026). Menurut Peskov, Presiden Vladimir Putin telah mengajukan ide tersebut beberapa waktu lalu, dengan menyebutnya sebagai “solusi yang sangat baik” untuk membangun kepercayaan antarpihak.
“Ini adalah langkah konkret yang bisa menurunkan ketegangan, tapi sayangnya ditolak oleh AS,” ujar Peskov, seperti dikutip dari sumber tersebut. Proposal Rusia ini muncul di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan Barat, di mana uranium yang diperkaya tinggi menjadi isu sentral dalam negosiasi nuklir.
Kremlin menilai penolakan AS menunjukkan kurangnya kemauan untuk dialog konstruktif. Hingga kini, belum ada komentar resmi dari pihak AS terkait tuduhan ini. Sementara itu, Moskow terus mendorong jalur diplomatik untuk mencegah konflik lebih lanjut di Timur Tengah.
Pernyataan Peskov ini menambah dinamika geopolitik global, di mana Rusia tetap menjadi mitra dekat Iran dalam berbagai isu strategis.
