
Jakarta, 5 Mei 2026 – Kader senior Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari keanggotaan partai pada Selasa (5/5) malam. Pengumuman ini datang di tengah polemik laporan dugaan pelanggaran yang diajukan oleh 40 organisasi masyarakat (ormas) terhadapnya.
Dalam pernyataan resminya melalui media sosial, Ade Armando menyatakan bahwa keputusannya ini diambil untuk menghindari beban politik bagi PSI. “Saya memilih mundur demi menjaga soliditas partai dan fokus pada isu-isu nasional yang lebih besar,” tulisnya. Ia menegaskan bahwa pengunduran diri tidak terkait dengan tekanan eksternal, meski mengakui adanya tudingan serius dari kelompok-kelompok masyarakat.
Polemik bermula pekan lalu ketika 40 ormas mengajukan laporan ke Bawaslu dan kepolisian, menuding Ade Armando melakukan ujaran kebencian dan provokasi melalui pernyataannya di media sosial. Tuduhan ini menyoroti komentar-komentarnya terkait isu politik terkini, yang dinilai memicu polarisasi masyarakat. Hingga kini, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi terkait status laporan tersebut.
PSI melalui juru bicaranya, Dico Ganinduto, menyatakan penghargaan atas kontribusi Ade Armando selama ini. “Kami menghormati keputusan pribadinya. PSI tetap komitmen membangun politik bersih dan inklusif,” ujar Dico saat dikonfirmasi wartawan.
Pengunduran diri Ade Armando ini menjadi sorotan publik, terutama menjelang momentum politik pasca-Pemilu 2024. Pengamat politik menilai langkah ini sebagai upaya strategis untuk meredam isu negatif yang berpotensi merusak citra partai.
